Prakoperasi Lajnah Imaillah Manislor

Prakoperasi Lajnah Imaillah Manislor
SAM_0699
Setelah sukses meningkatkan jumlah kehadiran di bidang tarbiyat, kini Lajnah Imailah Manislor sedang merintis prakoperasi. Menurut Miati, Sekertaris Wadaskari prakoperasi didirikan oleh Badan LI pada tahun 2008 dengan dilatarbelakangi banyaknya anggota LI yang kekurangan modal usaha, jika keluarganya masuk Rumah Sakit banyak anggota LI yang kesulitan biaya begitupun ketika akan melunasi perjanjian Tahrik Jadid dan Waqfi Jadid.
Ia menambahkan dari jumlah anggota LI Manislor 1045 orang, yang sudah menjadi anggota prakoperasi  ± 234 orang. Dari yang tadinya hanya diikuti 6 mushola, sekarang menjadi 8 mushola. Dan dana yang tadinya terkumpul ratusan ribu setiap bulan sekarang meningkat ± 10.000.000. “karena ini berawal dari salah satu Mushola yang mengembangkan sistem tabungan jadi prakopersi ini butuh proses sekitar 4 tahun untuk bisa mendapatkan 234 orang”, Ujar Miati.

Ia berpromosi, untuk menjadi anggota kita mesti membayar simpanan pokok Rp. 5.000 yang dibayar sekali selama menjadi anggota. Simpanan wajib Rp. 1.000 dibayar setiap bulannya begitu juga simpanan manasuka. Keduanya bisa diambil ketika kita keluar dari prakoperasi. “karena berbeda dengan koperasi lainnya, saya berharap kedepannya seluruh anggota LI Manislor menjadi anggota dan kepada kaum remaja supaya berperan aktif memajukan prakoperasi ini”, Kata Miati dengan penuh semangat.

Antusisme Anshar

Foto0963Antusisme Anshar Antusisme Anshar Kamis malam (15/11) tepatnya pukul 8.30 malam sebanyak 120 orang Ansahrullah JAI Manislor dengan menggunakan 3 mini bus berangkat menuju lokasi kegiatan Ijtima Nasional yang digabung dengan kegiatan Majelis Syura Nasional (MSN) Tahun 2012, tepatnya di Kampung Krucil Kelurahan Simon Kecamatan Bawang Kabupaten Banjar Negara Jawa Tengah. Jumlah tersebut sebanyak 19 orang merupakan perwakilan peserta MSN yang telah dipilih beberapa waktu yang lalu. Dengan rencana agenda pembahsan meliputi anggaran, tarbiyat, tabligh dan umumi yang dibagi menjadi 4 komisi. Informasi yang diterima BK dari Nazim A’la Mulyono bahwa jumlah peserta yang terdaptar sebanyak 96 orang mejadi 120 orang pada hari H, ini membuktikan bahwa antusiasme anggota Anshar sangat tinggi. “Dari data hanya 96 orang tetapi berubah menjadi 120 orang, itu merupakan ciri adanya antusiasme Anshar akan kegiatan akbar ini.” Ujar Mulyono. Sikap antusiasme juga ditunjukan oleh seluru anggota Ansahrullah di seluruh Jemaat Indonesia. “Dari perkiraan peserta yang akan hadir sebnayak 800 orang ternyata diluar dugaan peserta yang hadir mencapai 1.500 orang” tambah Mulyono. Seperti biasanya kegiatan ijtima diisi dengan kegiatan lomba baik rohani maupun jasmani. Wilayah Cirebon mendapatkan juara ke 1 untuk perlombaan sepak bola mini dan bola voli sementara tenis meja mendapatkan juara ke 3, sedangkan perlombaan rohani MTQ mendapatkan juara ke 2. “Dengan hasil ini diharapkan Wilayah Cirebon dapat memeprtahankannya pada Ijtima Nasional tahun depan, dan lebih ditingkatan sehingga bias mejadi juara umum baik dari perlombaan jasmani maupun rohani” kata Mustopa Nazim Ansharullah Wilayah Cirebon. Selain kegiatan perlombaan juga dilaksankan kegiatan jalan santai dengan jarak kurang lebih 3 jam perjalanan. Yang menarik dalam kegiatan jalan santai tersebut yaitu adanya pos-pos yang dibentuk panitia untuk menguji kemampuan peserta melalui pertanyaan-pertanyan yang harus diisi oleh peserta. “Yang paling menarik dalam kegiatan ini adalah jalan santai, selain jalan juga peserta diuji pengetahuaannya dengan pertanyaan-pertannyan yang harus diisi”. Ujar salah satu anggota Anshar Manislor “Untuk semua Anshar harus berusaha agar dapat selalu mengikuti kegiatan Ijtima, selain banyak manfaatnya juga mempererat tali persaudaraaan antar sesame anggota Ansharullah baik wilayah maupun nasional” pesan Mulyono khusus untuk anggota Ansharullah Jemaat Manislor.

MKAI Al – Hikmah Kampanye Berhenti Merokok

 

MKAI Al – Hikmah Kampanye Berhenti Merokok

Foto1164

Dalam rangka memperingati tahun baru 1434H dan mengisi libur sekolah, 15 MKAI Al-Hikmah yang tergabung dalam Generasi Muda Al-hikmah Futsal club (GEMA.Fc) mengadakan acara sosial yang bertema “berhenti merokok bersama GEMA.Fc” . Ajakan tidak merokok dan berhenti merokok ini dilakukan dengan aksi jalan kaki sejak pukul 05:00 WIB dari Desa Manislor menuju Desa Sembawa. Sambil berjalan, mereka membagikan leaflet kepada masyarakat dan menempel leaflet ditembok dan dipohon yang layak untuk ditempel. “keur naon sih barudak iseng pisan”, kata salah satu warga menggerutu ketika melihat aksi para Khudam membagikan dan menempel leaflet. Menurut Ketua Gema Fc. acara ini bertujuan mensosialisasikan bahaya merokok bagi kesehatan.
Pagi itu sekitar pukul 05.00 WIB, Sekitar 15 MKAI berkumpul di rumah Adi, MKAI Al – Hikmah. setelah kumpul, mereka berjalan menuju lapangan futsal yang terletak di desa sembawa. Sambil menikmati indahnya panorama alam dan sejuknya udara pagi, mereka membagikan dan menempelkan leaflet yang berisikan ajakan untuk berhenti merokok dan menjauhinya. Terlihat respon warga yang melihat beragam ada yang mendukung dan ada juga yang menggerutu.
Rasa lelah menghampiri mereka, sesampainya  dilapangan didesa sembawa mereka beristirahat sambil menunggu pemilik lapangan yang masih tidur. Kemudian pemilik lapangan datang dan mengizinkan mereka untuk bermain. Mereka  mempersiapkan diri untuk melakukan pertandingan persahabatan dengan COLAN-B. Colan-b merupakan team futsal yang berisikan pemain muda yang mendukung aksi GEMA Fc.
 Meskipun kondisi fisik para pemain dari kedua team terkuras karena sudah berjalan jauh tetapi mereka tetap berambisi untuk memenangkan pertandingan dan keduanya tetap menjaga sportivitas.  Pertandingan pun akhirnya dimenangkan oleh colan-b dengan scor 21-19, GEMA Fc terlihat agak kecewa dengan  kekalahan itu tetapi akhirnya menerima dengan lapang dada. Setelah fhoto bersama mereka melanjutkan perjalanan pulang.

Susasana Idul Adha Jemaat Manislor

 

Susasana Idul Adha Jemaat Manislor

Picture2

             Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah (26/10’12), jemaat Manislor melaksanakan sholat Ied di mesjid An-Nur (untuk laki-laki) dan Gedung Fadhal Umar (untuk perempuan). Yang bertugas sebagai Khatib sekaligus Imam shalat adalah Mubaligh Aang Kunaefi.
                  Idul Adha atau Hari Raya Haji, adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban. Yaitu, ketika nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia mengorbankan putranya Ismail untuk Allah. Lantas, saat akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.
           Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-samam layaknya merayakan Idul Fitri. Setelah shalat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya. Manfaat dari Idul Adha menurut Masih Mau’ud as adalah 4T –Tasyakur, Taqarrub, Ta’awun, dan Ta’abud. Papar Khatib dalam khutbah Ied.
Jemaat Manislor menyembelih hewan qurban sebanyak 7 ekor Sapi dan 85 ekor Kambing yang jumlah totalnya adalah 134 orang anggota yang berqurban.
Dan setelah selesai memotong hewan qurban, panita membagikan daging kurban kepada anggota dan Ormas-ormas di kabupaten Kuningan dan Cirebon.
Quote
Jalan Santai Gabungan Athfal & Nasirat
PEKAN NASIRAT DAN ATHFAL

PEKAN NASIRAT DAN ATHFAL

                Dalam memperingati hari sumpah pemuda, Nazim Athfal (Ahmad Fadhilah) dan Sekr. Nashirat (Ny. Nurhayati) berkerjasama untuk menyelenggarakan kembali acara ”Jalan Santai” yang diikuti oleh 76 Athfal dan 110 Nasirat.
                Acara jalan santai (21/10) yang dimulai pada pukul 06.30 WIB Minggu pagi. Diawali dengan pengarahan sekaligus pembagian kupon undian dan diiringi doa pembukaan yang dipimpin oleh Mubaligh Aang Kunefi. Para peserta siap bergegas untuk melaksanakan jalan santai. Para peserta melintasi rute perjalanan dengan Start (lapangan Al-Wasiyat) hingga Finish (Lapangan Sidomba) dalam waktu tempuh 90 menit.                Tiba di Finish, para peserta rehat sejenak melepas dahaga dan rasa letih ketika berjalan. Lalu, dilanjutkan dengan beragam permainan jasmani (baca: Tarik Tambang, Balap Karung, dan Tebak Kata).
Peserta Athfal maupun Nashirat sangat antusias mengikuti permainan jasmani. Tarik menarik tambang tampak sengit dari kedua pihak. Sama halnya juga dengan para panitia yang senantiasa selalu meramaikan acara dengan mengikuti permainan tersebut. Athfal dan Nashirat juga tak kalah antusias ketika mengikuti Balap Karung. Mereka harus berlomba menjadi yang tercepat lari dengan memakai karung. Tingkah laku yang lucu bermunculan dari mereka. Ada yang jatuh terguling-guling dan ada juga yang tidak bisa melompat dengan memakai karung.
                Menginjak ke permainan terakhir, yaitu Tebak Kata. Para peserta Athfal maupun Nashirat terlihat lebih serius. Sebelumnya, salah satu dari Athfal dan Nashirat membacakan SUMPAH PEMUDA,  “agar dapat diingat oleh peserta Athfal dan Nahsirat, dikarenakan (untuk menumbuhkan kesadaran bahwa) Athfal Dan Nasirat adalah pemuda/i Indonesia” ujar Nz. Athfal Dan Sekr. Nashirat.
Tebak Kata berjalan dengan seru yang dipandu oleh Mubaligh Khaeruddin Atmaja. Beliau melontarkan pertanyaan kepada para peserta dengan imbalan hadiah yang langsung beliau bagikan. Panasnya terik matahari mengantarkan para peserta ke penghujung acara jalan santai.
              Jalan santai gabungan Athfal dan Nasirat berakhir dengan mengambil secara acak kupon doorprize oleh Mubaligh Khaeruddin Atmaja, Nz.Athfal, Sekr. Nashirat. Acara ini menimbulkan kesan dan pesan bagi para peserta. “Saya senang mengikuti acara jalan santai ini karna banyak hadiahnya dan semoga akan ada lagi di bulan yang akan datang”dari peserta nasirat Ratna Futri “saya senang mengikuti acar ini karna acara ini mengasikan banyak games-games nya dan hadiah-hadiahnya dan semoga akan ada lagi acara seperti ini., kesan seorang AthfalDiki Muhammad Sadik.
Melihat Athfal yang begitu semangat, termotivasi untuk mengadakan kegiatan di lua. Dengan semangat mereka yang lebih muda, semoga memberi manfaat untuk kemajuan di masa depan jema’at khususnya, dan juga bangsa Indonesia.” Papar Nazim Athfal –Ahmad Fadhilah.
 Saya merasa senang sekali mengikuti kegiatan jalan santai dalam acara memperingati hari sumpah pemuda. Selain olahraga juga menjalin rasa cinta persaudaraan antara Nashirat dan Athfal, sehingga menyatu dengan lingkungan. Di bawah teriknya sinar matahari, menjadikan generasi muda yang tangguh untuk kemajuan masa depan. buaaanyak buanget hadiahnya berlanjut semangat 45-nya jangan takut!”. ujar Sekr. Nashirat –Ny. Nurhayati.
             Semua rangkaian acara berakhir pada pukul 10.30 WIB. Para peserta pulang dengan menaiki mobil truk, walaupun di bak terbuka dan berdesakan tapi ada kebersamaan yang terasa hangat. Tingkah laku yang kocak dari para peserta Athfal dan Nasirat meramaikan sepanjang perjalanan pulang.

Jalan Santai Gabungan Athfal & Nasirat

Malam Khudam Cabang Manislor

Malam Khudam Cabang Manislor
Malam Khudam

Malam Khudam

Minggu malam (14/10), dengan karunia Allah Taala MKAI Manislor dapat melaksanakan tarbiyatan gabungan. Mulai pukul 18.30 sampe denganselesai bertempat dimesjid al-jihad. Acara tarbiyat yang dihadiri 30 khudam dan 1 athfal diawali dengan do’a pembukaan yang dipimpin oleh Mubaligh Faroeq, diteruskan pembacaan janji khudam oleh Qaid Majelis Rudi Nurhidayat.
Hijrahnya khalifah ke 4 Hz. Mirza Tahir  Ahmad ke London merupakan tema tarbiyat yang di sampaikanoleh Mubaligh Faroeq. Dalam pemaparannya Beliau menceritakan tentang keajaiban-keajaiban (Mukzizat) yang dialami Hz. Mirza Tahir Ahmad, ra. Mulai pemberangkatan dari pakistan, saat dipesawat dan juga saat di London. Beliau juga menyinggung tentang hikmah yang besar dibalik peristiwa tersebut.
 “Pertolongan apa yang terjadi pada saat peristiwa tersebut ?”, tanya salah seorang pesera, Abdullah. “Sungguh maha besar Allah dengan pertolongan-Nya dimudahkan jalan sesuatunya, pada saat itu orang yang memerintahkan untuk membunuh Hz. Mirja Tahir Ahmad, ra., Tetapi yang tertangkap yaitu Hz. Mirja Nasir Ahmad, setelah Hz. Tahir Ahmad, ra. keluar dari Pakistan barulah menyadari bahwa yang ditangkap  bukanlah Hz. Mirza Tahir Ahmad, ra., melainkan orang lain. Allah Huakbar Allah Maha Besar. Jawab Mubaligh.
                “Wah acara sangat seru ya!” cetus seorang khuddam. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Mubaligh Faroeq. “Semoga dengan diadakan acara seperti ini khudam manislor lebih memper erat tali silaturahmi, menambah keakraban serta meningkatkan semangat dalam berkhidmat untuk kepentingan Jema’at Amiiin” kata Yoga salah seorang pengurus MKAI Manislor. (YFS)

Kegiatan Anshar

Anshor Takmau Kalah Dengan Khudam
Anshor : “tak mau kalah dengan generasi muda atau khudam”, mungkin itu adalah anggapan kami dari badan Ansorulloh yang tiap bulannya selalu melakukan kegiatan positif.

Untuk bulan Oktober ini badan Anshor selalu malakukan kegiatan positif baik rohani ataupun jasmani seperti di kegiatan rohani, mereka melakukan Tarbiyat Anshor setiap hari minggu ba’da shalat ashar dan di akhir bulannya selalu mengadakan ujian Anshor.
Seperti halnya, Pada hari Minggu (21/10) di Mesjid Bitur’rahman, para anggota badan Anshor melakukan kegiatan rutin mingguan yakni Tarbiyat Anshor yang bertema tentang pertanian yang narasumbernya Bpk. Amir Nursaleh. Tema dari tarbiyat Anshor itu sangat bagus, karena sebagian besar warga Ahmadi di Manislor khususnya para anshor berpenghasilan dari pertanian. Disana mereka diberi informasi tentang apa-apa yang menyangkut bidang pertanian.
Dan untuk kegiatan jasmaninya, mereka melakukan lari pagi tiap jum’at pagi dan malamnya olah raga badminton di Gedung Olah Raga Fadhal Umar.
Walaupun Anshor itu badan yang tertinggi di kaum laki-laki di Ahmadiyah, mereka tetap melakukan kegiatan yang positif dan tidak lepas tangan ke badan-badan yang di bawahnya seperti yang tercantum pada janji Anshor “Aku senanatiasa akan menganjurkan dan mengajarkan kepada keturunan ku untuk tetap setia kepada khilafat”.

Kunjungan ke gereja katolik

RABTAH KE OMK

Rabtah Ke gereja

Rabtah Ke gereja

Kuningan: Jemaat Ahmadiyah sedang gencarnya mengadakan Rabtah ke segala lapisan masyarakat. Begitu juga dengan komunitas pemuda manislor yang berkumpul dalam Ikatan Generasi Muda Ahmadi (IGMA) yang dinaungi oleh Sekretaris Ta’lim Jemaat Manislor.
Orang Muda Katolik (OMK) yang bersekretariat di Cigugur menjadi sasaran Rabtah (lintas agama) perdana IGMA. Minggu pagi (14/10),  IGMA langsung menyambangi sekre OMK yang berhadapan dengan Gereja Katolik dan Rumah Sakit Sekar Mulyan.
Sambutan ramah dari pihak OMK. Meskiawalnya dari IGMA maupun OMK kaku. Suasana awal yang sempat kaku, mampu dicairkan oleh 2 orang Muballigh Manislor (Mln. Khaeruddin Atmaja dan Mln. Aang Khunaefi).
Kunjungan ke Sekre OMK yang dihadiri oleh 20 orang (8 Khuddam, 9 LI, 2 Muballigh, dan 1 sekr.Ta’lim) berlangsung selama 2 jam. Ketua OMK (yang sering disapa Kang Dadi atau Tamil) sempat mengeluhkan keadaan para pemuda Katolik yang susah diajak untuk kegiatan agama.
“Mereka susah banget diajak untuk kegiatan agama. Kalau diajak untuk seminar, sepi. Alasannya bete dan sibuk. Tapi kalau di SMS ada acara makan-makan, banyak yang datang.” Ujar Kang Dadi sambil tertawa miris.
Tukasnya lagi, “sekarang sih tergantung kita. Gimana caranya menciptakan kegiatan yang tidak membosankan (agar para pemudanya tidak hilang ditelan arus jaman).
Setelah berbincang-bincang di pendopo yang sekitarnya di kelilingi pepohanan rindang, Kang Dadi yang ditemani oleh Kang Budi, menemani kami masuk ke dalam Gereja.
Ternyata ada salah satu anggota jamaah dari gereja tersebut yang bekerja di kantor Kementrian Agama. Ia mengatakan bahwa sebagai kaum minoritas, harus lebih banyak menjalin ikatan yang kuat ke luar dan ke dalam.
Setelah itu, kami berkunjung ke target selanjutnya. Balai seni Sunda Wiwitan yang berada di sebelah Timur gereja. Pak Gumirat (ketua Sunda Wiwitan) mengajak kami ke sebuah saung yang berhadapan dengan kolam ikan. Di sini suasana jauh lebih cair. Sambil menghisap sebatang rokok, Pak gumirat bercerita banyak hal, dari masalah politik hingga ubi.
“Sebentar lagi masuk musim pemilihan bupati. Ahmadiyah yang selama ini jadi sasaran empuk bola-bola politik (untuk menciptakan opini publik), harus siaga. Ciptakan hubungan yang baik dan kuat dengan komunitas yang lain.” Tukas Pak Gumirat yang masih asik dengan rokoknya.
Rabtah perdana IGMA berakhir dengan foto bersama muballigh. Sebelum pulang ke rumah masing-masing, singgah ke warung yang direkomendasikan oleh ketua IGMA. Cilok Cigintung rasanya nikmat seperti kebersamaan yang semakin akrab. Berharap kenikmatan ini bisa dirasakan oleh para pemuda Ahmadi yang lain. Kuliner dapat menyatukan karakter dan hati. Sekian. LV.

Nasehat Untuk Anshar dan Khudam

BERIKANLAH BUKTI KEHIDUPANMU DENGAN HASIL KARYAMU
Hazrat Muslih Mauud ra bersabda:”Jika di dalam sebuah rumah terdapat setangkai bunga, maka seluruh penghuni yang ada di rumah itu akan merasakan keberadaan bunga tersebut. Ketika udara masuk kedalam hidung, maka seketika itu juga akan diketahui bahwa didalam rumah tersebut terdapat tanaman bunga mawar atau melati.
 Adanya jejak suatu kehidupan adalah penting. Tanpa adanya jejak-jejak tersebut, tidak bisa seorang manusia dikatakan hidup, meskipun pada zahirnya dia tampak hidup. Ketika seorang manusia datang di dunia ini,  hendaknya dia memberikan bukti bahwa dia pernah hidup didunia ini dan meninggalkan jejak yang dengan jejaknya itu dunia bisa merasakan kehidupannya, sehingga dunia tahu bahwa si anu pernah datang ke dunia ini dan telah mengerjakan pekerjaan ini dan itu.
Walhasil, tidaklah mungkin sebuah jemaat yang giat bekerja itu hanya menerbitkan beberapa laporan saja, melainkan jika ada orang asing datang ke Qadian, tanpa diberitahupun bahwa disini terdapat badan khuddamul ahmadiyah dan ansharullah ahmadiyyah, dengan sendirinya dia akan merasakan bahwa disini terdapat badan yang giat bekerja. Jika ada orang yang pergi ke Lahore atau ke Amritsar atau ke kota lainnya, maka seketika orang itu masuk ke kota tersebut, dia akan mulai merasakan bahwa dia masuk ke sebuah kota dimana didalamnya terdapat satu jemaat yang hidup dan giat bekerja. Tapi jika dia pergi ke suatu tempat namun tidak merasakan  hal itu, sehingga orang lain merasa perlu untuk memberitahukannya sendiri bahwa disini terdapat badan ansharullah dan khuddam, itu artinya orang-orang ini (ansharullah dan khuddam) mati dan didalamnya tidak terdapat jejak-jejak kehidupan. Hal inilah yang ingin saya ciptakan dalam badan ansharullah (Khutbah Jumah tanggal 22 oktober 1943 (Al Fazl Qadian edisi 17 november 1943)
Dimana saja terdapat jemaat yang bekerja, ditempat itu jugalah wujudnya akan mulai tampak dengan sendirinya, tanpa memberitahukan ke orang lain pun, setiap orang akan mulai merasakan bahwa disini terdapat jemaat yang hidup yang selalu bekerja. Dan sebetulnya ini pula lah yang menjadi tanda keberadaan suatu jemaat yang giat bekerja, yakni tanpa diberitahu kepada orang lainpun dengan sendirinya mereka akan mengetahui keberadaannya bahwa disini terdapat sebuah jemaat yang giat bekerja. (Khutbah Jumah tanggal 22 oktober 1943 (Al Fazl Qadian edisi 17 november 1943)
Penerjemah: Mahmud Ahmad Wardi

Jemaat Ahmadiyah Dalam Islam

Jemaat Ahmadiyah Dalam Islam

                                                      Jemaat Ahmadiyah Dalam Islam
Pergerakan Jemaat Ahmadiyah dalam Islam adalah suatu organisasi keagamaan dengan ruang lingkup internasional yang memiliki cabang di 174 negara tersebar di Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Australasia dan Eropa. Saat ini jumlah keanggotaannya di seluruh dunia lebih dari 150 juta orang, dan angkanya terus bertambah dari hari ke hari. Jemaah ini adalah golongan Islam yang paling dinamis dalam sejarah era modern. Jemaat Ahmadiyah didirikan tahun 1889 oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) di Qadian, suatu desa kecil di daerah Punjab, India.
Beliau mendakwakan diri sebagai pembaharu (mujadid) yang diharapkan datang di akhir zaman dan beliau adalah Seseorang Yang Ditunggu kedatangannya oleh semua masyarakat beragama (Mahdi dan Al-Masih). Beliau memulai pergerakan ini sebagai perwujudan dari ajaran dan pesan Islam yang sarat dengan kebajikan — perdamaian, persaudaraan universal dan tunduk patuh pada kehendak-Nya – dalam kemurnian yang sejati. Hz. Ahmad menyatakan bahwa Islam sebagai agama bagi umat manusia : “Agama orang-orang yang berada di jalan yang lurus” (98:6).

Dengan meyakinkan, dalam satu abad Jemaat Ahmadiyah telah menyebar ke sudut-sudut penjuru bumi. Dimanapun Jemaat ini berdiri, berusaha untuk mengerahkan suatu pengaruh yang membangun bagi Islam melalui proyek-proyek sosial, lembaga-lembaga pendidikan, pelayanan kesehatan, penerbitan literatur-literatur Islam dan pembangunan mesjid-mesjid, meskipun sedang mengalami penganiayaan di beberapa negara. Orang-orang Ahmadi Muslim telah mendapat kehormatan dengan menjadi masyarakat yang patuh pada hukum, perdamaian, tekun dan menjunjung tinggi kebajikan.

Gerakan Jemaat Ahmadiyah dalam Islam dilahirkan berdasarkan tuntunan Ilahi dengan tujuan untuk meremajakan moral Islam dan nilai-nilai spiritual. Pergerakan ini mendorong dialog antar agama dan senantiasa membela Islam serta berusaha untuk memperbaiki kesalah-pahaman mengenai Islam di dunia Barat. Gerakan ini menganjurkan perdamaian, toleransi, kasih dan saling pengertian diantara para pengikut agama yang berbeda. Gerakan ini sebenar-benarnya percaya dan bertindak berdasarkan ajaran Al-Quran : “Tidak ada paksaan dalam agama” (2:257) serta menolak kekerasan dan teror dalam bentuk apapun untuk alasan apapun.

Pergerakan ini menawarkan suatu tampilan yang cerah dari nilai-nilai Islami, falsafah, moral dan spiritual yang diperoleh dari Al-Quran Majid dan sunnah Nabi Suci Islam, Muhammad saw. Beberapa orang Ahmadi seperti almarhum Sir Muhammad Zafrullah Khan (Menteri Luar Negeri pertama dari Pakistan; Presiden Majelis Umum U.N.O yang ke 17; Presiden dan Hakim di Mahkamah Internasional di Hague) dan Dr. Abdus Salam (peraih hadiah Nobel Fisika tahun 1979) telah dikenal karena prestasi dan jasa-jasanya oleh masyarakat dunia.
alislam.org